Be a Good Leader

With Islamic Economics UMLA

Berita terbaru

Pendidikan

21 May 2026 | 14:48 WIB

Dosen Ekonomi Syariah UMLA, Farokhah Muzayinatun Niswah, Jadi Narasumber Seminar Ekonomi Nasional 2026

Eksyar UMLA

Admin Web

#Seminar

Lamongan — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Lamongan menggelar Seminar Ekonomi Nasional 2026 dengan tema “Digital Transformation and Business Development: Strategi Pengelolaan Usaha dan Inovasi Produk Digital untuk Future Business Sustainability.” Kegiatan ini akan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Convention Hall K.H. Hisyam Lantai 10 Universitas Muhammadiyah Lamongan. Salah satu narasumber utama dalam seminar ini adalah Farokhah Muzayinatun Niswah, S.EI., M.Si., dosen Program Studi S1 Ekonomi Syariah. Kehadiran Farokhah menjadi salah satu daya tarik utama karena pembahasan seminar tidak hanya menyoroti perkembangan bisnis digital, tetapi juga pentingnya pengelolaan usaha yang berkelanjutan dan bernilai. Dalam kegiatan ini, Farokhah Muzayinatun Niswah akan membagikan pandangan mengenai bagaimana transformasi digital dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis, khususnya melalui pendekatan ekonomi syariah. Materi yang disampaikan diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya inovasi produk digital, etika bisnis, serta strategi pengelolaan usaha yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Seminar ini juga menghadirkan narasumber lain, yaitu Ikhwan Fahrudin, M.Pd, Fasilitator KKA Kemendikdasmen RI sekaligus Ketua IGI Kabupaten Tuban, serta Praditya Aditya, CEO PT Duta Merpati Indonesia. Kegiatan akan dipandu oleh moderator Praditajaya Nantasya, mahasiswa S1 Manajemen UMLA. Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang dunia bisnis digital. Terlebih, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dituntut mampu memahami perubahan pola usaha di era digital serta mampu mengembangkan ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan menghadirkan akademisi dan praktisi yang kompeten, Seminar Ekonomi Nasional 2026 diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami strategi pengelolaan usaha, inovasi produk digital, dan peluang bisnis masa depan yang berkelanjutan.

Pengabdian Masyarakat

12 April 2026 | 12:32 WIB

Ekonomi Syariah UMLA dan PDNA Lamongan Gelar Seminar Gaya Hidup Halal Muslimah

Eksyar UMLA

Admin Web

#Seminar

#Pengabdian Masyarakat

#Pendidikan

Lamongan — Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan dalam penyelenggaraan Halalbihalal dan Seminar Gaya Hidup Muslimah bertema “Gaya Hidup Halal: Dari Konsumsi hingga Keuangan Sehari-hari.” Kegiatan tersebut digelar pada Ahad, 12 April 2026, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan. Acara ini menjadi ruang edukasi bagi kader Nasyiatul Aisyiyah dan muslimah Lamongan untuk memahami pentingnya penerapan prinsip halal dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada aspek konsumsi, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan. Seminar menghadirkan Farokhah Muzayinatun Niswah, S.EI., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLA, sebagai pemateri. Dalam paparannya, Farokhah menekankan bahwa gaya hidup halal merupakan bagian penting dari kesadaran seorang muslimah dalam menjalani aktivitas ekonomi secara lebih bertanggung jawab. Menurutnya, prinsip halal tidak berhenti pada pemilihan makanan dan minuman, tetapi juga mencakup cara memperoleh, menggunakan, serta mengelola harta. Karena itu, literasi ekonomi syariah perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu membedakan praktik keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. “Gaya hidup halal harus dipahami secara menyeluruh. Mulai dari apa yang dikonsumsi, bagaimana cara mendapatkan penghasilan, hingga bagaimana seorang muslimah mengatur keuangan keluarga dan aktivitas ekonominya,” ujar Farokhah. Melalui kegiatan ini, Ekonomi Syariah UMLA turut mengambil peran dalam penguatan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat. Kerja sama dengan PDNA Lamongan menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan muslimah masa kini. Ketua PDNA Lamongan, Arika Karim, S.HI., S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa halalbihalal menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memperluas pemahaman kader tentang pentingnya kepedulian terhadap halal dan haram dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa kesadaran halal perlu menjadi bagian dari karakter muslimah berkemajuan. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., jajaran PDM dan PDA Lamongan, pimpinan UMLA, dosen FEB UMLA, serta pengurus PCNA se-Daerah Lamongan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lamongan mengajak perempuan muslimah untuk terus berdaya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Ekonomi Syariah UMLA dan PDNA Lamongan dalam mengembangkan edukasi ekonomi syariah, khususnya bagi perempuan muda. Melalui pemahaman gaya hidup halal, muslimah diharapkan semakin bijak dalam konsumsi, cerdas dalam mengelola keuangan, dan mampu menjadi agen perubahan dalam keluarga maupun masyarakat. Sumber informasi acara merujuk pada publikasi PWMU.CO dan poster kegiatan, yang memuat tema, waktu, lokasi, serta pemateri seminar.

Internasionalisasi

23 January 2026 | 09:50 WIB

Mahasiswa Ekonomi Syariah UMLA melakukan KKN Internasional di Thailand

Eksyar UMLA

Admin Web

#Kegiatan

#Pengabdian Masyarakat

#Internasionalisasi

Alifatus Zahroh, mahasiswi Program Studi S1 Ekonomi Syariah (EKSYAR) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), menuntaskan rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Program tersebut berlangsung selama November 2025 hingga Januari 2026. KKN Internasional yang diikuti Alifatus merupakan hasil kerja sama Universitas Muhammadiyah Lamongan dengan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Sebanyak 11 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia tergabung dalam program ini. Para peserta berasal dari lima kampus, yakni empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya, dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Utara, masing-masing satu mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari dan Universitas Muhammadiyah Sorong. Kesebelas mahasiswa tersebut dibagi ke dalam lima kelompok dan ditempatkan di wilayah yang berbeda. Alifatus mendapat penugasan di Suntisart Wuttaya School, wilayah Kabang, Provinsi Yala, Thailand Selatan. Selama pelaksanaan KKN, Alifatus bersama rekan-rekannya menjalankan berbagai program, salah satunya pengajaran Bahasa Inggris. Meski menghadapi tantangan adaptasi budaya dan lingkungan, semangat pengabdian tetap terjaga. “Beradaptasi dengan lingkungan baru tentu tidak mudah. Ada rasa rindu rumah dan kesepian. Namun, saya bersyukur bisa menjadi bagian dari pengalaman ini karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali,” ujar Alifatus. Alifatus mengajar Bahasa Inggris mulai dari Primary 1 (setara SD kelas I) hingga Secondary 3 (setara SMA). Latar belakang keilmuan yang berbeda menjadi tantangan tersendiri baginya. “Biasanya saya mempelajari perencanaan keuangan, financial technology, dan ekonomi syariah. Di sini, saya harus berperan sebagai pendidik. Saya harus bekerja ekstra agar bisa beradaptasi dan memastikan murid memahami materi yang saya sampaikan,” katanya. Selain mengajar, Alifatus juga menginisiasi edukasi literasi halal bagi siswa Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan hasil pre-test, ia menemukan bahwa pemahaman konsep halal dan haram di kalangan siswa masih terbatas. “Saya baru mengetahui bahwa literasi halal di Thailand Selatan, meskipun mayoritas penduduknya muslim, masih tergolong minim. Banyak siswa belum memahami secara utuh konsep halal dan haram. Bahkan, beberapa restoran cepat saji seperti McDonald’s dan KFC di Thailand belum tersertifikasi halal,” ungkapnya. Ketua sekaligus Pembina Forum English Club Suntisart Wuttaya School, Firdaus, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN dari Indonesia. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Alifatus dan rekan-rekan. Murid-murid kami mendapatkan wawasan baru yang sebelumnya belum pernah mereka peroleh, termasuk pengetahuan tentang konsep halal. Ini menjadi langkah baik untuk pengembangan ke depan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Koordinator Program KKN sekaligus guru di sekolah tersebut, Ustaz Ismail. Ia berharap program KKN Internasional dapat terus berlanjut. “Alifatus dan rekan-rekan hanya berada di sini selama dua bulan. Namun, ilmu yang disampaikan semoga dapat tertanam lama dalam ingatan murid-murid kami,” katanya. Pada acara penutupan dan pelepasan KKN Internasional, Kepala Sekolah Suntisart Wuttaya School, Nur Fitri, yang diwakili Ustaz Ismail, menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi tetap terjaga. “Jarak Indonesia dan Thailand memang jauh, tetapi ilmu dan pengalaman dapat menjadi jembatan yang mendekatkan,” tuturnya. Sumber: https://www.muhammadiyahlamongan.com/blog/menimba-pengalaman-global-mahasiswi-eksyar-umla-jalani-kkn-internasional-di-thailand-dan-edukasi-halal/